Posts Tagged ‘berita’

lulusMeski sudah dinyatakan lulus seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2009, sebanyak 26 siswa lulusan SMA Alfa Centaury, tidak dapat membayar uang registrasi mahasiswa baru. Sebab para siswa yang diterima di UPI, ITB, dan Unpad itu berasal dari keluarga miskin.

Seperti yang dituturkan Ai Masitoh, yang diterima sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi di UPI. Bapaknya hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya yang tidak bekerja, membuat dirinya kesulitan membayar registrasi.

“Saya sengaja sekolah di sini karena memang gratis. Dengan kuliah, rencananya saya ingin jadi guru agar bisa meringankan beban orangtua,” ucapnya kepada wartawan di SMA Alfa Centaury, Jumat (7/8).

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Yayasan SMA Alfa Centaury, Sony Sugema didampingi Kepala Sekolah SMA Alfa Centaury, Cep Budi D.M., S.Pt. Siswa sekolah ini memang didominasi kalangan tidak mampu. Untuk lulusan angkatan 2009/2010 ini, sebenarnya dari 59 siswa –3 siswa tidak ikut SNMPTN– 35 siswa di antaranya dinyatakan lulus SNMPTN. “Sembilan orang di antaranya tidak bermasalah. Karena mereka masuk melalui jalur ujian saringan masuk (USM) ITB untuk mahasiswa miskin tetapi berprestasi. Sehingga tidak bermasalah mengenai biaya registrasi,” ujar Sony.

Sementara sisanya belum melakukan pembayaran registrasi. Seperti diberitakan sebelumnya, biaya registrasi di Unpad sebanyak Rp 6 juta, UPI sekitar Rp 7 juta, ITB Rp 5 juta, dan UIN Rp 1,2 juta.

“Kita sudah mencoba ke ITB, alhamdullillah ada respons baik dengan mengarahkan pada unit-unit untuk menangani masalah ini. Jadi mereka saat ini baru bisa bayar untuk regsistrasi maba dulu, yakni Rp 1.115.000. Sementara untuk biaya lainnya, katanya bisa dicicil hingga 31 Desember,” ungkapnya.

Meski demikian, biaya mata kuliah sebesar Rp 125 ribu/SKS dirasakan sangat mahal. Apalagi biaya itu harus dibayar sebelum awal perkuliahan dan mereka hanya diberi batas waktu pemunduran waktu pembayaran satu minggu dari hari terakhir registrasi, yakni 14 Agustus.

Sementara di Unpad, dirasakan sulit dan berbelit prosedurnya. Ketika menghadap rektorat dan humas, ternyata harus melalui fakultas masing-masing. Begitu juga dengan di UPI. Baik di UPI maupun Unpad, hanya memberikan waktu satu minggu dari hari terakhir registrasi.

“Di ITB boleh membayar registrasi agar tercatat sebagai maba. Tetapi di Unpad dan UPI tidak boleh dibayar dengan dicicil. Jika tidak juga bayar, kami khawatir kelulusan mereka dibatalkan. Padahal, anak-anak ini sudah berjuang untuk dapat lulus SNMPTN,” katanya.

Selama ini, pihak sekolah sudah berupaya menjalin kerja sama dengan pihak donatur dan lembaga penyedia beasiswa. Namun hanya sedikit sekali penerimaan beasiswa yang diharapkan. “Tahun pertama kelulusan SMA ini, ada seorang anggota DPR RI yang menjadi donatur dengan memberikan uang kuliah bagi 5 orang siswa. Kini, belum ada. Mungkin karena biaya pendidikannya pun mahal,” tuturnya.

Sumber: Galamedia

Advertisements

winnerKoordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jawa Barat-Banten, Prof. Dr. Rochim Suratman menegaskan, hanya 4% lulusan PT yang menjadi wirausahan. Selebihnya sebanyak 96% lebih memilih menjadi karyawan.

Pernyataan itu diungkapkan Rochim Suratman kepada “GM” di ruang kerjanya, Jln. P.H.H. Mustofa 38 Bandung, Selasa (18/11). Ia mengungkapkan hal itu untuk menanggapi program pengembangan kegiatan akademik mahasiswa yang dilakukan Kopertis Wilayah IV Jabar-Banten.

“Untuk menghadapi kondisi itu, ke depan mahasiswa perlu dibekali pelatihan kewirausahaan. Pasalnya, seperti dituturkan Direktur Akademik Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), makin tinggi pendidikan yang dicapai seseorang, kemandiriannya akan semakin berkurang,” katanya.

Selanjutnya ia mengatakan, karena keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah, program-program yang dilakukan Kopertis dalam pengembangan kegiatan akademik di PT, lebih mengedepankan sosialisasi berbentuk training. Training diikuti pemimpin PT, dosen, dan mahasiswa.

“Dalam training, biasanya dibekali hal-hal praktis seperti cara membuat proposal penelitian,” tuturnya.

Wasdalbin

Pada kesempatan sama, Rochim mengatakan, dalam pengembangan PTS, Kopertis mempunyai tugas pokok dan fungsi dalam pengawasan, pengendalian, dan pembinaan (wasdalbin).

Dikatakannya, aspek yang harus diperhatikan dalam pengawasan PT, yaitu proses belajar mengajar (PBM) yang dilangsungkan di PT. Dalam penyelenggaraan PBM, PT harus mematuhi rambu-rambu yang ditentukan pemerintah.

“Karakteristik kegiatan-kegiatan yang digelar di PT harus sesuai dengan norma-norma akademik,” ujarnya.

Ditambahkannya, bagi PT yang melanggar norma-norma akademik, akan diingatkan dan jika tidak didengar maka akan ditegur. Namun bila masih belum berhasil juga, Kopertis akan melaporkan hal itu ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20081119071421&idkolom=opinipendidikan

Permukaan laut diperkirakan akan naik setinggi satu meter pada akhir abad ke-21. Demikian laporan yang dilansir sebuah lembaga riset terkemuka Jerman Kamis (10/10). Menurut lembaga itu, kenaikan ini jauh lebih tinggi ketimbang proyeksi paling optimis yang disampaikan panel iklim PBB, IPCC (Intergovernmental Panel for Clomate Change).

“Kita sebaiknya bersiap-siap dalam menghadapi naiknya permukaan laut setinggi satu meter pada abad ini,” kata Joachim Schellnhuber, kepala Institut Postdam bagi Riset Dampak Iklim (PIK), yang memberikan nasehat kepada pemerintah dalam kebijakan lingkungan.

Tingkat pencairan es di Himalaya dan Greenland telah meningkat menjadi dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dalam beberapa tahun belakangan ini. Sebagian karena faktor naiknya emisi gas rumah kaca dari berbagai pembangkit listrik China.

Pada Februari 2007, dalam volume pertama laporan bersejarahnya, IPCC meramalkan kenaikan permukaan berbagai samudera antara 19 sentimeter hingga 59 sentimeter pada 2100. Kenaikan permukaan laut satu meter saja boleh jadi akan membuat pulau-pulau di Samudera Pasifik yang letaknya rendah, seperti Tuvalu, akan terendam, dan banjir besar akan menggenangi Bangladesh dan mengancam kota-kota, dari New York hingga Buenos Aires.

Pemerintah Indonesia akan mengangkat isu perubahan iklim dalam Pertemuan Puncak KTT Asia dan Eropa atau Asia Europe Meeting (ASEM) ke-7 di Beijing, China, 24-25 Oktober 2008.

“Ada beberapa isu yang akan menjadi agenda pemerintah Indonesia, tapi salah satu yang utama adalah perubahan iklim, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan akan memberikan pidato khusus mengenai itu pada forum tersebut,” kata Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika dan Eropa Deplu Dian Wirengjurit di Jakarta, Senin (20/10).

Menurut Dian, Indonesia memiliki komitmen kuat dalam isu perubahan iklim yang salah satunya diwujudkan pada peran serta aktif Indonesia untuk mensukseskan Peta Jalan Bali di UNFCCC akhir 2007.

Selain isu perubahan iklim, kata Dian, Indonesia juga akan mengusung sejumlah isu lain, di antaranya isu-isu global yang menjadi perhatian dua belah pihak (ketahanan pangan, manajemen bencana, tenaga kerja), upaya mempromosikan perdagangan dan investasi Asia Eropa, pembangunan global dan kawasan, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan memperkuat dialog antar masyarakat.

Dian mengatakan negara-negara yang terlibat dalam pertemuan puncak ASEM 2008 memang telah sepakat untuk menghindari pembahasan mengenai isu-isu kontroversial. Walaupun ada kemungkinan terjadi pembahasan mengenai isu Myanmar dan nuklir Iran karena dua orang pemimpin dari Asia dijadwalkan berbicara mengenai isu nuklir Iran.

Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/20/1731564/indonesia.bawa.isu.perubahan.iklim.ke.ktt.asem