Pendidikan Indonesia Tertinggal 3 Tahun

Posted: 24 October 2008 in artikel pendidikan
Tags:

Standar pendidikan di Indonesia dinilai masih rendah. Nilai kelulusannya pun ketinggalan 3 tahun dibandingkan Malaysia, Singapura dan Filipina.

Demikian disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla dalam pengarahan peserta Rakornas Revitalisasi Pendidikan di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/8/2006).

Menurut Jusuf Kalla, Malaysia, Singapura dan Filipina ternyata ujian Matematika untuk tingkat SLTA di Indonesia dipakai untuk SLTP di negara itu. “Jadi kita ketinggalan 3 tahun. Apakah kita dilahirkan untuk bodoh? Saya kira tidak. Banyak anak-anak kita yang jadi juara dunia. Kalau tidak mau seperti sekarang, orang pintar dan orang kurang pintar bedanya hanya satu yaitu belajar. Kita harus tegas dalam pendidikan. Yang lulus ya lulus, kalau tidak ya tidak,” jelasnya.

Kalla juga menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan mengalami perpecahan di masa depan apabila sumber daya manusia berbeda-beda yang disebabkan oleh kualitas pendidikan yang berbeda-beda di masing-masing daerah.

“Sekarang mencari jenderal dari Ambon dan Papua sudah susah. Suatu daerah yang sumber dayanya rendah, ekonominya akan rendah maka akan terjadi suatu perbedaan,” tukasnya.

Karena itulah sekarang saatnya memperlakukan sebuah norma dan prosedur yang sama untuk penyidikan. Ujian nasional dilakukan karena pemerintah harus mempunyai standar nasional.

“Kalau tahun ini nilai kelulusannya 4,5, saya minta tahun depan menjadi 5. Berguguran lagi tidak apa-apa,” ujar Kalla.

Akibat rendahnya mutu pendidikan tersebut, maka akhirnya seperti sekarang ini ke Malaysia menjadi kuli atau pembantu rumah tangga. Begitu juga kalau ke Singapura dan Hongkong.

“Sementara mereka (tenaga asing) datang ke sini menjadi manajer. Gajinya 100 kali lipat dibandingkan buruh kita. Jadi kita kirim 1 juta orang ke luar negeri, mereka hanya kirim 10 ribu orang, devisanya sama,” jelas Wapres.

Terkait protes dari masyarakat terutama pelajar yang tidak lulus, justru akan membuat peserta didik menjadi bersemangat untuk belajar. “Tapi kalau kita melihat seluruh anak Indonesia gembira, corat-coret, masa depan kita akan kelam karena mereka hanya sekadar diluluskan,” ungkap Kalla.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2006/08/08/154635/652090/10/kalla-pendidikan-indonesia-tertinggal-3-tahun

Advertisements
Comments
  1. Agus Suhanto says:

    hai, sy Agus Suhanto, tulisan yg menarik 🙂 … lam kenal yaa

  2. soni sianturi says:

    emang indonesia selalu ketinggallan segala pendidikan,dimana kita dan para guru harus meningkatkan cara mengajar,agar pendidikan indonesi makin maju dan kita bisa mengejar negara-negara yg telah berkembang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s